Pulau Komodo , Wisata Fauna dan Bahari

Pulau Komodo , Wisata Fauna dan Bahari
Pulau Komodo

Kebanyakan wisatawan mendambakan pemandangan pantai dengan hamparan pasir putih dipadu air jernih kebiruan. Tidakkah Anda menginginkan sesuatu yang berbeda? Jika iya, datang ke Pantai Pink di Pulau Komodo adalah pilihan yang tepat.Disebut Pantai Pink karena pantai ini memiliki pasir pantai berwarna pink. Warna pink ini konon berasal dari serpihan karang dan biota lain yang terbawa arus ke daratan dan bercampur dengan pasir pantai. Anda bisa berpetualang di pantai ini sambil snorkeling atau diving. Untuk pengalaman tak terduga, Anda bisa mencoba menjelajah di daratan untuk bertemu dengan penghuni terkenal pulau ini, apalagi kalau bukan komodo.

Komodo merupakan spesies kadal raksasa yang hanya ditemukan di 4 pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur yaitu di Pulau Gili Motang, Pulau Padar, Pulau Rinca dan Pulau Komodo itu sendiri. Reptil raksasa itu adalah hewan endemik dan dilindungi.

Di Pulau Komodo sendiri terdapat sebuah kampung yang dikenal dengan nama Kampung Komodo. Meskipun komodo dikenal berbahaya lantaran air liurnya yang mengandung bakteri mematikan, kedekatan kadal raksasa itu dengan masyarakat ‎tak terlepas dari cerita rakyat yang dipercaya penduduk setempat.
Ketika detikcom bersama dengan tim Ekspedisi NKRI 2015 menjelajah Pulau Komodo, ‎Selasa (2/6/2015) lalu, beberapa ekor komodo dapat ditemui tengah bersantai di habitat mereka. Seorang pawang atau biasa disebut ranger bernama Nurdin mengatakan meskipun komodo terlihat santai tapi sebenarnya mereka tengah siaga."Jadi harus hati-hati dan tidak boleh terlalu dekat. Karena komodo kalau berlari itu sangat cepat, jadi hati-hati," ucap Nurdin saat menemani menjelajah Pulau Komodo.Selain itu, Nurdin juga mengisahkan cerita rakyat mengenai asal mula komodo. Para pengunjung yang ingin tahu lebih jauh pun dapat melihat sebuah banner yang menceritakan mengenai komodo itu.

"Komodo itu saudara jadi dilindungi, ada cerita rakyat juga yang dipercaya tentang asal komodo," kata Nurdin.

Dikisahkan pada zaman dahulu‎ ada seorang putri bernama Putri Naga yang tinggal di pulau tersebut. Sang putri menikah dengan seorang pemuda yang dipanggil Moja.

Tak berselang lama, sang putri pun mengandung dan dikaruniai dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki. Namun anehnya, salah satu bayi itu bukan merupakan bayi manusia tetapi kadal.Si anak laki-laki diberi nama Si Gerong dan dibesarkan di kalangan manusia. Sementara kadal itu diberi nama Orah dan dilepaskan di hutan.

Waktu pun berlalu hingga Si Gerong menjadi seorang pemuda yang tangkas. Suatu ketika Gerong hendak berburu rusa di hutan dengan sebuah tombak ketika itu menjumpai kadal raksasa.Gerong lantas mengejar kadal raksasa itu dan hendak membunuhnya dengan tombak. Tiba-tiba, si Putri Naga muncul dan mencegah Gerong menghunuskan tombaknya ke arah kadal raksasa tersebut.

Si Putri Naga memberitahu Gerong bahwa kadal raksasa itu adalah komodo yang merupakan saudara kembar Gerong. Selepas dari kejadian itu, masyarakat sekitar memperlakukan komodo itu dengan baik.

Komodo hidup di hutan dengan berburu hewan lain seperti rusa, kambing atau babi hutan. Kadal raksasa itu pun hidup berdampingan dengan manusia sampai saat ini.



Terima kasih telah membaca artikel tentang di blog TUGAS SEKOLAH jika anda ingin menyebar-luaskan artikel ini dimohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silahkan bookmark halaman ini di web browser anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :